kampoeng kurma

Cara Benar Menanam Dan Merawat Kurma Di kebun kurma Di indonesia

Seperti yang kita ketahui, saat ini kebun kurma di Indonesia sudah sangat tinggi perkembanganya utamanya di daerah Bogor yang mana sudah ada kampung kurma disana. Namun perlu anda ketahui, dalam  bertani kurma memerlukan kiat-kiat khusus dalam melindungi tumbuhan agar aman dari segala ancaman. Melindungi setiap pohon dengan dinding berupa terpal plastik dan semen merupakan langkah pertama. Penggunaan dinding tersebut bertujuan agar pupuk yang diberikan terkonsentrasi, sehingga penyerapan nutrisi lebih maksimal. Soal bentuk, dinding tersebut dibuat mirip drum tetapi di bagian bawah sengaja dilubangi. Dinding semen melindungi pohon muda dari terpaan angin kencang. Dinding itu juga berperan untuk menjaga pohon-pohon di kampoeng kurma yang masih kecil agar tidak roboh. Karena pohon kurma muda memiliki perakaran yang masih rapuh. Angin berkecepatan tinggi tentu akan menyebabkan pohon gampang ambruk. Namun, bukan berarti pohon dewasa bebas ancaman. Pada pohon dewasa, embusan angin kencang dapat mengganggu polinasi. Menanam kurma di wadah khusus agar penyerapan nutrisi secara optimal.

kampoeng kurma

Nah, perlu anda ketahui, memang untuk menaman kurma di kebun kurma di Indonesia tidak mudah dan hanya di daerah tertentu kurma bisa berkkembang hingga berbuah.  Misalnya daerah Bogor, Jakarta, Pasuruan. Dalam penanaman Kurma tersebut, anda perlu memperthatikan kondisi tanahnya. Kondisi tanah yang kering dan berpasir sesunggungnya kondisi yang paling cocok untuk menanam kurma, meski tanpa dipungkiri, kini pohon di kampoeng kurma dapat hidup di iklim tropis seperti Indonesia. Di awal penanaman, bibit kurma lebih membutuhkan air dibandingkan setelah usia dewasa. Penyiraman dihentikan pabila media tanam sudah basah. Berkebun di kampoeng kurma tergolong mudah. Usai menentukan jarak tanam, mereka membuat lubang tanam berdiameter delapan sentimeter. Di atas lubang tanam, dinding semen diletakkan. Memasukkan campuran pupuk kandang, tanah dan sekam bakar dengan perbandingan sama ke dalam dinding. Langkah terakhir, meletakkan bibit kurma berumur 8-10 bulan dari hasil perbanyakan biji. Perawatan berikutnya berupa pemupukan rutin. Di kebun mini seluas 500 m2 terdapat barisan pohon kurma berbagai umur di wadah pot plastik, polibag, dan keranjang plastik

melalui kampoeng kurma

Untuk menaman buah kurma di kebun kurma di Indonesia tersebut, selain anda perlu memperhatikan lokasi penempatanya, anda juga perlu memperhatikan serangan hama yang menyerang tumbuhan kurma tersebut  yaitu hama baru yang dijumpai adalah kumbang badak jenis Oryctes Rhinoceros. Kumbang kerap menyerap tumbuhan tiap malam hari. Serangan kumbang badak diawali dengan menyusup ke dalam pucuk pohon. Hewan anggota Ordo Coleoptera itu membuat lubang hingga menembus pangkal pelepah daun muda sampai ke titik tumbuh dan selama lima hingga sepuluh hari. Akibatnya bagian yang terserang menjadi layu dan pertumbuhan tanaman terhambat. Nah , Cara pengendalian hama tersebut yang  paling mudah yakni menangkap kumbang itu, memasukkan kawat runcing ke dalam lobang, lalu tusuk hingga mengenai kumbang atau anda bisa memberantasnya dengan  bantuan feromon sintetik (Etil-4 metil oktanoate) yang digantungkan dalam ember plastik kapasitas dua belas liter. Adapun pengendalian kimia adalah dengan menyemprotkan insektisida. Dengan berbagai cara itu diharapkan kurma terus memproduksi buah

bersama kampoeng kurma